Pemalang ada apanya sih?
BUKIT JANGLANGAS WATUKUMPUL, DIENGNYA PEMALANG
Oleh : Deny Triadi Setiawan - 29 juni 2021
WATUKUMPUL- Janglangas merupakan salah satu destinasi wisata outdoor yang dikelola oleh objek wisata penjalin mas yang telah di buka sejak 2018. Yang beralamat Dusun Bangsal, Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Destinasi lain yang ada di objek wisata penjalin mas selain bukit janglangas diantaranya ialah bukit semanggung, lembah gumbangan, candi lumpang prigi. Dan untuk pendakian dan camp area bukit janglangas ini resmi buka pada 1 september 2020.
Pertama kali wisata ini dibentuk oleh inisiatif pemuda dan masyarakat Desa Tundagan karena desa ini memiliki lahan luas dan memiliki potensi untuk objek wisata maka jadilah wisata janglangas ini. Untuk keluasan wisata janglangas ini mencappai 5-10 Hektar, dan untuk luas keseluruahan tanah yang dikelola masyarakat tundagan mencapai 24 Hektar. Rata-rata pengunjung wisata janglangas ini mecapai 300-400 orang pedaki atau camping per bulan “sementara rata-rata pengunjung itu 300 400 lah perbulannya, soalnya kita ngitungnya di akhir bulan kita buat laporan ke dinas pariwisata juga, brarti untuk pengunjung yang siang kami tidak di hitung, kami hanya menghitung yang camp malam saja” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021).
Tiket untuk masuk objek wisata ini pengunjung bisa dikenakan biaya Rp 5 ribu per orang untuk pengunjung wisata siang, dan untuk pendakian atau camp cukup membayar Rp 10 ribu per orang, itu termsuk biaya parkir dan biaya masuk Kawasan konservasi. Total pos pendakian yang ada di bukit janglangs ini memiliki 2 pos, Untuk estimasi waktu Pendakian bukit janglangas dari basecamp sampai ke puncak memakan waktu 30-1 jam“kalo yang sudah biasa warga sini itu brarti 30 menitan lah, tapi untuk pendaki orang kota-kota biasanya 1 jam santai lah bisa istirahat 2 kali” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021).
Kendala dalam mengelola wisata ini hanyalah sarana dan prasarana yang tidak memadai karena akses ke objek wisata ini lumayan jauh dari pusat kota dan jalannya yang rusak parah, hal ini mejadikan pihak pengelola harus berupaya lebih untuk mempromosikan ke para calon wisatawan untuk objek wisata janglangas ini.“kendala dalam mengelola objek wisata janglangas ini sebenarnya si hanya sarana dan prasarana untuk kesininya aja si, soalnya kami punyanya modal semangat aja si mas” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021).
Rencana kedepan untuk objek wisata janglangas ini akan dibuat dan ditambah wisata alam yang disitu ada bumi perkemahannya, edukasi semacam produk lokal yang ada disini contonya jembul/ rumput glagah (bahan baku pembuatan sapu lantai), sereh dan lainya “ tapi sebetulnya janglangas itu awalnya sebagai sampiangan, tapi untuk kesini terkendala akses sarana dan prasarana transportasi, akhirnya yang maju dan banyak diminati malah sampingannya yaitu objek wisata janglangas, malah yang wisata alamnya gak begitu diminati” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021).
Himbauan untuk teman-teman yang mau ke sini kondisi motor harus prima dari kondisi mesin sampai fungsi rem yang bekerja dengan baik, karena kondisi jalan yang naik turun dan banyak juga yang rusak. “untuk teman-teman yang mau ke sini si kondisi motor dulu, sebelum orangnya motor dulu karena apa di sini yang saya control adalah remnya karena motor biasa di kota ngerem sedikit bisa berhenti tapi karena di sini jalannya naik turun itu bisa membayakan si pengendara sendiri” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021).
Dan untuk teman-teman yang mau bermalam atau camp harus menjaga etiaka, sopan santun dan menjujung adat istiadat setempat,“ngomong saru-saru (berbicara jorok) dimanapun tempat tidak bolehlah apalagi disini banyak petilasan” ujar Pak Hadi Syafa'at (27/06/2021). Di Objek wisata janglangas ini terdapat 2 petilasan wali yaitu balok wali, candi lumping prigi (syheh Maulana mahlibi) yang letaknya di pertengahan pendakian bukit janglangas atau di pos 1.
Bonus yang lebih saat kita mendaki bukit janglangas ini kita disuguhkan dengan pemandangan yang menyegarkan mata dari basecamp sampai ke puncak dan cocok untuk kalian yang mau menenagkan diri dan merefresh pikiran. Saat kita di pos 1 kita dapat menjumpai warung dan peternakan kuda yang menurut saya sangat bagus dengan background perbukitan berkabut , setelah kita naik beberapa menit dari pos 1 di perjalanan kita bisa menjumpai sabana yang luas yang biasanya masyarakat setempat menyebutnya bukit teletubis, kenapa bisa dinamakan bukit teletubis karena mirip bukit yang ada di film teletubis maybe.
Hal
ini yang membuat para pecinta alam dan para pendaki mulai tertarik ke bukit janglangs ini, selain di suguhkan dengan
pemandangan hutan karet yang indah dan
sabana yang luas, para pendaki juga bisa menjumpai awan bergerak yang menyelimuti
puncak janglangas ketika cuaca cerah yang menjadikan seakan-akan kita di atas awan. Sehingga saya menyebutnya “Bukit Janglangas Diengnya Pemalang”
Terimakasih telah membaca blog saya semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian yah. Salam Lestari
Reporter : Deny Triadi
Penulis : Deny Triadi
Editor : Deny Triadi
Narasumber
: Pak Hadi Syafa'at
Picture :






Comments
Post a Comment